Dampak Sinar UV


Dampak Sinar UV Bagi Kulit Manusia

Banyak yang menyebutkan matahari sebagai sumber kehidupan seluruh makhluk hidup di dunia. Walaupun benar bahwa matahari memberikan banyak manfaat seperti kandungan vitamin D dan asupan nutrisi bagi kulit, namun terpapar sinar matahari secara berlebihan juga mampu memberikan dampak negatif bagi kulit.

Menurut USEPA (United States Environmental Protection Agency), kandungan sinar UV pada matahari mampu memberikan beberapa dampak negatif terhadap kulit, seperti kanker kulit, penuaan dini, dan kerusakan kulit lainnya.

Terdapat dua tipe kanker kulit yang disebabkan paparan sinar matahari yang berlebihan, yakni kanker Melanoma dan Nonmelanoma. Kanker kulit melanoma biasanya dialami oleh orang – orang berumur 15 – 29 tahun. Melanoma terjadi meliputi 3% dari seluruh jenis kanker kulit, namun ia menjadi 75% penyebab kematian karena kanker kulit. Paparan sinar matahari yang berlebihan serta kulit terbakar, khususnya ketika masa kecil penjadi penyebab penyakit ini.
Nonmelanoma sendiri tidak separah melanoma, jika ditangani sejak dini, mereka tidak akan menjadi parah. Gejala yang ditunjukan berupa bintik atau serpih berwarna kecoklatan.

Yang paling umum terjadi adalah penuaan dini yang dalam jangka panjang akan membuat kulit tebal, keriput, dan kasar. Umumnya banyak mengira proses penuaan dini adalah hal yang wajar. Namun sebenarnya, 90% kasus penuaan dini disebabkan oleh sinar matahari.

Penggunaan sun block secara rutin tentunya mampu mengurangi dampak sinar UV ini. Turut mendorong perlindungan kulit dari sinar UV, Cory Beauty Center menyediakan Hollywood Oxyjet. Perawatan ini mampu memberikan oksigen bagi kulit hingga 95% dengan menggunakan tekanan hiperbarik yang ihasilkan oleh mesin oxyjet. Alat khusus yang digunakan akan memberikan infus oksigen sehingga dapat membebaskan kulit dari radikal bebas, menutrisi, mencerahkan, dan membuat kulit tampak bercahaya.